Berita

Dosen UMS Diduga Lecehkan Mahasiswi yang Bimbingan Skripsi di Rumah

Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), diviralkan oleh mahasiswinya yang merasa dilecehkan secara seksual saat bimbingan skripsi, di rumah dosen tersebut.

Berdasarkan cerita korban, dosen tersebut meminta mahasiswi ini memperlihatkan perutnya. Selain itu pelaku mengelus kaki korban (menggunakan kaki), memegang lutut, hingga meminta peluk.

Wakil Rektor IV UMS, EM Sutrisna, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti terkait peristiwa ini. Ia menyayangkan adanya dugaan pelecehan yang dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi terhadap mahasiswinya itu.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. UMS adalah kampus yang menerapkan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan,” kata Sutrisna pada Selasa (9/7).

Sutrisna menjelaskan bahwa tugas dosen adalah mengajar, meneliti, mengabdi, dan menerapkan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Ia memastikan pihak kampus akan memberikan perlindungan jika mahasiswi tersebut benar-benar menjadi korban dugaan pelecehan.

“Kami akan memberikan perlindungan kepada korban. Kami tetap memberlakukan asas praduga tak bersalah. Jika dugaan ini terbukti, kami pastikan tidak akan berdampak pada proses bimbingan skripsi mahasiswi tersebut,” ujar Sutrisna.

Dilarang Bimbingan Skripsi di Luar Kampus

Sutrisna menegaskan bahwa sesuai dengan aturan kampus UMS, dosen tidak diperbolehkan melakukan bimbingan skripsi, tesis, maupun disertasi di luar kampus, apalagi di rumah.

“Tidak diperbolehkan melakukan bimbingan skripsi di luar kampus, terutama di rumah, di luar jam kerja, atau di restoran. Itu merupakan kesalahan,” kata Sutrisna.

Sutrisna memastikan bahwa dosen pembimbing tersebut telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait insiden ini di tingkat program studi dan fakultas. Pihak fakultas juga telah membuat surat berita acara yang telah diserahkan ke rektorat.

“Nantinya, Rektor akan melihat hasil berita acara tersebut. Apakah dosen tersebut akan langsung dikenai sanksi atau kasus ini akan dilanjutkan ke sidang komite disiplin. Kita tunggu saja,” kata Sutrisna.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button