Berita

Regulasi 8 Pemain Asing karena Harga Lokal Mahal, PT LIB: Itu Hoaks

Pesepak bola Persib Bandung dan ofisial tim mengangkat piala usai menjadi juara BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (31/5/2024). Foto: Rizal Hanafi/ANTARA FOTO

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah mempersiapkan penerapan penambahan pemain asing di Liga 1. Hal ini menyesuaikan dengan rencana AFC.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menegaskan bahwa regulasi 8 pemain asing bukan karena harga pemain-pemain lokal sangat mahal. Isu tersebut, menurut Ferry, adalah hoaks.

”Kalau ditanya karena dorongan mahalnya pemain lokal, kan enggak. Itu hoaks. Jadi, penetapan regulasi menjadi 8 [pemain asing itu] ada landasannya [AFC],” kata Ferry Paulus di Jakarta, Kamis (20/6).

”AFC sedang menggodok regulasi tadi, kami bukannya mendahului, tapi kami mempersiapkan untuk sinkronisasi kebutuhan pemain asin yang ada di Liga Indonesia. Jadi, dasarnya bukan karena mahalnya pemain lokal, itu hoaks,” lanjutnya.

Pemain Persib Bandung David Da Silva, Ciro Alves, dan Marc Klok melakukan seleberasi usai mencetak gol ke gawang Rans Nusantara FC pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (4/9/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Ferry Paulus menegaskan bahwa PT LIB berusaha melakukan antisipasi atas rencana-rencana perubahan regulasi dari AFC. Hal ini yang menjadi landasan rencana penambahan pemain asing di Indonesia.

”Landasan kami, landasan Liga Indonesia ke depannya ini dasarnya adalah regulasi yang akan ditetapkan oleh AFC. Justru, kami ini melakukan antisipasi,” ucap Ferry Paulus.

”Kami ini sudah dapat bocoran, bisik-bisik tetangga, tentang regulasi yang akan dilakukan oleh AFC, bahwa pemain asing itu akan menjadi berapa dan sebagainya. Oleh karena itu, kami lebih cepat dari apa yang dipikirkan tetangga-tetangga kita. Makanya kami menetapkan 8 pemain asing,” jelasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button