Berita

Masayoshi Son, SoftBank, Bakal Come Back Bangun Kecerdasan Super Buatan (ASI)

Masayoshi Son, CEO SoftBank. Foto: Sam Yeh/AFP

Perusahaan raksasa modal ventura, SoftBank, akan kembali lagi dengan meramaikan euforia era artificial super-intelligence (ASI) atau kecerdasan super buatan.

Pendiri SoftBank Grup, Masayoshi Son menguraikan, ambisinya untuk membantu menciptakan AI yang ribuan kali lebih pintar dari manusia mana pun.

Mengutip Bloomberg, Jumat (21/6), Son terdengar lebih bersemangat dan lebih reflektif dibanding tahun-tahun sebelumnya tentang masa depan bisnisnya ini.

Adapun sebelumnya, Son sempat terpuruk usai keuangan SoftBank sempat berdarah-darah imbas serangkaian pertaruhan investasi di startup beberapa tahun lalu.

Son bercerita kepada Bloomberg, bagaimana dia ingin mengubah dunia sebelum dia meninggal.

Pria berusia 66 tahun ini juga sempat menghubungi Steve Jobs, dengan mengatakan bahwa percakapan mereka yang sering terjadi, sering kali membuatnya menangis ketika dia menyadari warisannya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan warisan salah satu pendiri Apple Inc.(ki-ka) President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, CEO Grab Anthony Tan, Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son, saat diterima Presiden Joko Widodo Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Namun setelah bergulat dengan kegagalannya selama setahun terakhir, ketika ayahnya yang berwirausaha meninggal dunia, Son berkata bahwa dia bangun dengan sebuah pencerahan pada Jumat pagi.

“Saya sudah mendapatkan jawabannya, Inilah tujuan saya dilahirkan – untuk mewujudkan ASI. Awasi Aku, aku akan mewujudkan,” kata Son.

Bloomberg menyebut, SoftBank saat ini sedang menyusun rencana untuk mengerahkan sekitar USD 100 miliar ke dalam chip terkait AI dalam proyek yang diberi nama Izanagi. Dalam proyek tersebut, Son berencana menciptakan sebuah perusahaan yang dapat melengkapi unit desain chip Arm Holdings Plc dan memungkinkan miliarder tersebut membangun pembangkit tenaga listrik chip AI.

Chief Financial Officer SoftBank, Yoshimitsu Goto mengatakan, dari sisi keuangan, perusahaannya berada dalam posisi di mana mereka perlu mengambil lebih banyak risiko, terutama seiring dengan percepatan pengembangan AI. “Gagal mengambil risiko merupakan risiko terbesar kami. Kami menargetkan berbagai tantangan,” kata Goto.

SoftBank Sempat Rugi Besar

SoftBank Foto: REUTERS/Toru Hanai/

Vision Fund, perusahaan raksasa modal ventura yang merupakan unit bisnis dari SoftBank, mencatatkan kerugian besar untuk kuartal II 2022.

Mengutip laporan keuangan, Reuters menyebut Vision Fund merugi USD 23,1 miliar pada periode April-Juni 2022. Angka itu setara Rp 342,5 triliun. Vision Fund merupakan unit bisnis di bawah SoftBank yang dikenal sebagai raja startup teknologi.

Predikat itu layak disematkan, setelah Vision Fund menggelontorkan pendanaan besar-besaran ke hampir sebagian besar startup terkemuka dunia. Di Indonesia misalnya, SoftBank melalui Vision Fund pernah memberikan pembiayaan ke Tokopedia dan Gojek.

Perusahaan itu juga agresif menyalurkan pembiayaan startup teknologi transportasi online lainnya seperti Grab, Uber, dan Didi. “Agresivitas dan langkah jor-joran Vision Fund menyalurkan pembiayaan, menjungkirbalikkan model bisnis modal ventura dengan pertaruhan yang berani,” tulis Reuters lagi.

“Dunia dalam kebingungan besar,” kata Masayoshi Son pada konferensi pers paparan kinerja keuangan perusahaannya.

Apalagi kerugian kuartal II 2022 ini menggenapkan catatan buruk keuangan di sepanjang dua kuartal pertama tahun ini. Padahal sejak situasi startup memburuk, Vision Fund sudah memangkas drastis penyaluran pembiayaan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button