Berita

Aturan Baru FIFA soal Kehamilan, Menstruasi, & Menyusui, Sudah Cukupkah?

Wasit Tori Penso dengan Teresa Abelleira dari Spanyol di Final Piala Dunia Wanita FIFA di Stadion Australia, Sydney, Australia. Foto: Amanda Perobelli/Reuters

Awal Juni lalu FIFA meluncurkan aturan terbaru soal status dan transfer pemain. Di dalamnya, terdapat sejumlah peraturan yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan pemain dan pelatih wanita selama kehamilan dan setelah kelahiran anak-anak mereka.

Dalam protokol ini, FIFA memberi para pemain dan pelatih minimal 14 minggu cuti hamil dan minimal delapan minggu cuti bagi mereka yang mengadopsi anak di bawah usia 2 tahun. Meskipun cuti melahirkan pemain diadopsi pada tahun 2020, aturan baru ini memperluas cuti tersebut kepada pelatih, ibu non-biologis, dan ibu angkat.

Protokol ini mulai berlaku pada Sabtu, 1 Juni lalu dan telah disetujui oleh Dewan FIFA.

“Ini adalah langkah besar dan langkah besar untuk benar-benar menormalisasi kehidupan yang kita lalui sebagai wanita… itulah yang ingin kami berikan sekarang di setiap level, level klub, level tim nasional—kesempatan bagi pemain pro untuk mendapatkan kesempatan menjadi ibu,” tutur Jill Ellis, mantan pelatih Timnas Wanita Amerika Serikat, dikutip dari AP.

Sara Bjork. Foto: Clive Brunskill / POOL / AFP

Berikut ini rangkuman sejumlah aturan baru soal kehamilan, menstruasi, dan menyusui dikutip dari “Regulations on the Status and Transfer of Players” yang diluncurkan FIFA.

1. Pemutusan Kontrak Sepihak Tanpa Alasan Adil

Klub tak boleh mengakhiri kontrak secara sepihak dengan alasan pemain hamil, cuti melahirkan, cuti adopsi, atau cuti keluarga.

Apabila dilanggar, ini yang terjadi:

pemain yang tak langsung mendapat kontrak dari klub lain akan dapat kompensasi sejumlah sisa masa kontrak.

apabila pemain mendapat kontrak baru, gaji dari durasi yang tumpang tindih dengan sisa masa kontrak lama akan ditanggung klub lama.

klub akan disanksi tak boleh mendaftarkan pemain wanita baru selama dua kali masa registrasi pemain.

klub juga bisa mendapatkan denda dari pemutusan kontrak sepihak itu.

2. Ketentuan saat Masa Hamil

Pemain berhak terus berlatih dan bermain. Klub memiliki kewajiban untuk menghormati keputusan tersebut dan merencanakan partisipasi olahraganya secara aman dan memprioritaskan kesehatan pemain.

Pemain berhak menerima penghasilan penuh sampai dia menuntaskan cuti melahirkan.

Jika pemain merasa tidak aman untuk berlatih dan bertanding, klub harus menawarkan kemungkinan untuk memberikan layanan kerja dengan cara yang berbeda.

Apabila klub tidak bisa menawarkan pekerjaan lain, klub wajib memberikan gaji atau remunerasi penuh.

3. Ketentuan saat Pemain Hamil, Cuti Adopsi dan Cuti Keluarga

Pemain berhak menentukan sendiri tanggal dimulainya dengan mempertimbangkan periode minimum yang disediakan.

Pemain berhak kembali beraktivitas di sepak bola setelah menyelesaikan cuti.

4. Masa Menyusui

Klub harus menyediakan fasilitas yang sesuai dengan peraturan nasional yang berlaku di negara tempat klub berkedudukan atau perjanjian bersama.

Pengurangan jam kerja pemain karena alasan ini dianggap sah, tanpa pengurangan gaji.

5. Kesehatan Menstruasi

Pemain berhak absen dari latihan atau pertandingan ketika menstruasi saat ia memerlukannya.

Pemain berhak menerima seluruh gaji dan mendapatkan haknya saat menstruasi.

Amanda Ilestedt, bek Arsenal dan Timnas Wanita Swedia. Foto: Arsenal

Positif, tapi Masih Jauh dari Ideal

FIFPro menanggapi positif aturan baru dari FIFA yang mengatur soal kehamilan, menyusui, dan menstruasi ini. Tapi, menurut Asosiasi Pemain Profesional itu masih ada beberapa hal yang masih kurang.

“Itu merupakan langkah yang sangat positif dan kami menyambutnya dengan hangat, namun kami menyayangkan masih ada beberapa kekurangan,” tulis FIFPro melalui Instagramnya.

“Ya, kami ingin perpanjangan kontrak otomatis bagi para pemain selama masa kehamilan atau cuti melahirkan dan cuti keluarga yang setara bagi para ayah. Penting bagi kedua orang tua untuk menghabiskan waktu bersama anak mereka,” sambung FIFPro.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button