Berita

Di Hari Raya Idul Adha, Tentara Israel Menahan Bocah Palestina Berusia 7 Tahun

Warga Palestina mengadakan salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid Al-Rahma yang dihancurkan oleh serangan udara Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, di selatan Jalur Gaza (16/6/2024). Foto: Mohammed Salem / REUTERS

Bahaa Hajj Mohammed, bocah berusia tujuh tahun yang tinggal di Tepi Barat, ditangkap dan ditahan oleh tentara Israel, Minggu (17/6). Bahaa ditahan tepat saat ia tengah merayakan hari pertama Idul Adha bersama warga Muslim lainnya.

Bahaa tak ditahan sendirian. Ada tiga orang lain dari desanya, Desa Al-Mughyyir, yang terletak di timur laut Ramallah yang juga ditahan oleh tentara Israel.

Belum ada informasi mengapa bocah tujuh tahun itu ditahan oleh pasukan penjajah Israel.

Selain menahan bocah tujuh tahun di Tepi Barat, di hari pertama Idul Adha tentara Israel juga meluncurkan serangan ke wilayah Gaza tengah. Akibatnya, empat orang tewas termasuk seorang gadis yang masih berusia sembilan tahun.

Serangan tentara Israel itu menyasar rumah pengungsian yang berada di al-Bureij. Tentara penjajah Israel juga menggempur wilayah Gaza lainnya di tengah perayaan hari raya Idul Adha.

Dilansir Middle East Eye, pada Minggu (16/6), dalam 24 jam terakhir setidaknya ada 41 warga Palestina yang tewas dan 102 orang lainnya terluka oleh serangan tentara Israel. Mereka menjadi korban dalam empat “pembantaian” di beberapa lokasi berbeda.

Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di halaman Masjid Omari yang telah hancur akibat serangan udara israel di Kota Gaza, Minggu (16/6/2024). Foto: OMAR AL-QATTAA/AFP

Hingga saat ini, sejak 7 Oktober 2023 lalu, sudah lebih dari 37 ribu warga Palestina yang tewas, dan lebih dari 85 ribu lainnya terluka. Jumlah ini masih belum termasuk lebih dari 10 ribu orang yang hilang, dan kemungkinan sudah tewas terkubur di bawah reruntuhan. Lebih dari 70% korban adalah anak-anak dan perempuan.

Serangan tentara Israel tak berhenti meski mayoritas warga Palestina tengah merayakan hari raya Idul Adha. Meski masjid-masjid dan bangunan lainnya telah hancur, umat Muslim di Palestina tetap semangat melaksanakan Salat Id.

Misalnya saja warga yang berkumpul di halaman reruntuhan Masjid Omari yang hancur akibat serangan udara Israel. Masjid ini padahal merupakan situs yang sangat bersejarah dan telah berdiri lebih dari 1.400 tahun, dan merupakan salah satu masjid terbesar dan tertua di Gaza.

Selain di Masjid Omari, warga Palestina pun melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Al-Rahma di jalur selatan Gaza yang juga hancur akibat serangan udara Israel.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button