Berita

Kasus Jemaah Haji Didominasi Penyakit Jantung, Cek Gejala dan Penanganannya

Dokter Spesialis Jantung KKHI dr Putri Kusuma Dewi. Sp.JP. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mencatat jemaah haji yang datang berobat banyak mengeluh masalah jantung. Dokter Spesialis Jantung KKHI dr Putri Kusuma Dewi. Sp.JP mengatakan dalam sehari pasien penyakit jantung yang ditangani bisa mencapai 30 orang.

“Kasusnya hampir seperti gangguan irama jantung dan kasus pada pasien diabetes diikuti penyakit dengan jantung koroner. Itu yang kita rawat jumlah pasien sehari 20-30an untuk rawat inap,” kata dokter Putri saat ditemui di KKHI, Minggu (09/6/2024).

Menurut catatan KKHI, pasien jantung sebagian besar laki-laki dan berusia lanjut. Para pasien yang datang dalam kondisi menengah dan parah. Penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian jemaah haji.

“Kasus jantung di KKHI termasuk tinggi, bahkan kematian jemaah juga banyak disebabkan oleh jantung,” ucap Putri.

“Antara jantung dan paru ini yang paling banyak jadi penyebab kematian. Kebanyakan sebagian meninggal saat ibadah. Jadi kelelahan diforsir, lupa minum obat,” imbuhnya.

Petugas kesehatan KKHI, kata Putri, terus mensosialisasikan kepada jemaah agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel. Bagi jemaah yang sudah membawa obat dari Indonesia diharap teratur meminumnya.

“Hampir sebagian besar pasien di Indonesia memang sudah memiliki riwayat jantung, kemudian kondisi kronik jadi akut,” katanya.

Jemaah calon haji Indonesia berjalan menuju hotelnya di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (8/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Gejala penyakit jantung

Putri mengungkapkan sejumlah gejala penyakit jantung. Pertama dada sebelah kiri terasa nyeri yang khas.

“Biasanya tidak bisa ditunjuk satu jari. Muncul saat istirahat atau beraktivitas dan durasinya panjang lebih dari 20 menit. Kadang nyerinya bisa sampai ke punggung, nyeri sampai ke leher,” katanya.

Apabila serangannya cukup hebat, biasanya diikuti keringat dingin hingga baju yang dikenakan basah.

Jemaah yang mengalami gejala seperti di atas diharapkan segera melapor ke dokter yang ada di hotel atau sektor untuk diperiksa lebih lanjut di KKHI. Layanan pemeriksaan jantung di KKHI meliputi EKG atau rekam jantung, thorax dan USG jantung.

Apabila irama jantung mengindikasikan serangan jantung maka pasien akan dirujuk.

Putri mengatakan ada sejumlah indikator pasien dirujuk ke RS Arab Saudi, di antaranya yaitu hemodinamikanya tidak stabil, yakni

tanda tekanan darah, detak jantung, angka laju napas dan kecukupan oksigennya itu turun.

“Pertama, dengan obat yang sudah kita berikan, kalau tidak mampu akan kita sarankan rujuk. Kedua, pasien-pasien yang memang seperti serangan jantung, maka itu sudah indikasi dirujuk ke RS Arab Saudi,” katanya.

Masjidil Haram mulai dipadati jemaah jelang puncak haji, Rabu (5/6/2024). Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Rutin minum obat, konsumsi air diatur

Jemaah dengan kondisi penyakit jantung atau yang memiliki gejala, harus betul-betul memahami kondisi badannya. Aktivitas yang berat harus dibatasi, jangan terlalu memaksakan diri hingga akhirnya malah kelelahan.

“Memastikan obat yang diberikan atau dibawa diminum teratur,” katanya.

Selain itu, khusus untuk pasien jantung harus membatasi asupan cairan. Jangan sampai dehidrasi, tetapi juga jangan terlalu banyak minum air.

“Tipsnya adalah bisa meminum air mineral tiga teguk setiap 10 menit, agar tidak menimbulkan sering kencing tapi juga tidak dehidrasi,” ucapnya.

“Sebab pada pasien gagal jantung, di mana pompa jantungnya sudah bermasalah, cairan tak bisa terlampau banyak kita batasi 1-2 liter per hari konsumsi air minumnya,” imbuhnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button