Berita

Jelang Idul Adha, Ini Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat

Pemeriksaan hewan kurban. Foto: Diskominfo Surabaya

Pemilihan hewan kurban merupakan salah satu hal terpenting menjelang hari raya Idul Adha. Dalam hal ini, perhatian khusus tak hanya dalam memilih hewan kurban yang sehat namun juga harus layak untuk dilakukannya proses sembelih kurban.

Pakar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Prof Dr Suwarno drh MSi memberikan tips memilih hewan kurban yang baik menjelang Idul Adha.

Ia mengatakan, seekor hewan kurban harus memenuhi tiga persyaratan penting. Yakni, memenuhi syariat islam, administratif dan teknis.

Prof Suwarno menerangkan, dalam syariat islam seekor hewan kurban harus sehat, tidak cacat dan tidak kurus. Artinya, hewan kurban harus memiliki fisik yang sempurna tidak memiliki kekurangan atau kecacatan satu pun. Hal itu memastikan agar hewan kurban memiliki fisik yang prima dan optimal.

“Umumnya, hewan kurban harus jantan serta memiliki dua buah zakar yang utuh dan simetris, tidak boleh memiliki ukuran yang besar sebelah. Tidak hanya itu, struktur tanduk dan ekor juga harus sempurna, tidak pernah mengalami patah atau benturan,” ujar Prof Suwarno dalam keterangannya, seperti dikutip Basra, Rabu (12/6).

www.garrya.com

Kecukupan umur pada hewan kurban juga harus diperhatikan. Kriteria umum untuk kambing atau domba harus berumur di atas satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau harus berumur di atas dua tahun. Untuk memastikan kecukupan umur dapat ditandai dengan pertumbuhan gigi dari hewan kurban.

“Kambing atau domba yang telah berumur di atas satu tahun dapat ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sedangkan, untuk sapi dan kerbau yang berumur di atas dua tahun umumnya telah memiliki sepasang gigi tetap,” ujar Prof Suwarno.

Kesejahteraan hewan kurban, sambung Prof Suwarno, juga harus diperhatikan. Kesejahteraan itu meliputi hewan kurban harus terbebas dari rasa lapar, tidak nyaman dan rasa sakit atas penyakit serta melakukan perilaku alamiah seorang hewan.

“Layaknya manusia, hewan kurban harus sejahtera. Artinya, hewan kurban harus memiliki asupan gizi dan nutrisi harus baik. Selain itu, tempat tinggal hewan kurban harus diperhatikan, baik dari segi ukuran, suhu serta jarak antar hewan kurban lainnya. Penggunaan tali juga harus disesuaikan agar hewan tidak tercekik dan tidak nyaman,” jelasnya.

Tak lupa, Prof Suwarno mengimbau untuk membeli hewan kurban yang telah mendapatkan izin oleh pemerintah atau daerah setempat. Kualitas hewan-hewan kurban dapat dipastikan berkualitas serta memenuhi syarat-syarat utama untuk menyembelih.

“Tidak kalah pentingnya, hewan kurban harus memiliki surat atau Sertifikat Kesehatan Hewan (SKHH) atau Sertifikat Veteriner (SV) yang dikeluarkan langsung oleh dokter hewan, paramedis profesional. Tidak sembarang orang untuk dapat mengeluarkan sertifikasi untuk hewan kurban,” tegasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button