Berita

Cerita Jemaah Korban Visa Haji Palsu: Diburu Intel Saudi, Mau Pulang ke RI

Umat Islam memadati Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, Kamis (6/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan / ANTARA FOTO

Andi—bukan nama sebenarnya—kebingungan di sudut Masjidil Haram. Dia menangis ingin pulang ke Tanah Air.

Andi bersama rombongan di Makkah kini lontang-lantung tak tahu arah usai koordinator travelnya, LMN, ditangkap polisi Arab Saudi karena menjual paket haji dengan visa ziarah.

“Pemilik travelnya (koordinator), ditangkap kemarin. Terus sekarang bagaimana, enggak bertanggung jawab. Panas-dingin ini, kawan-kawan pengin ngajak pulang,” ujar pria berusia 39 tahun itu.

Tak pernah terbayangkan olehnya, niat pergi ke Tanah Suci malah jadi nestapa begini. Apalagi setiap malam dia ingat wajah istri yang sedang hamil dan dua anaknya yang masih kecil memintanya segera pulang.

Berbagai perasaan tak nyaman menyelimuti hatinya malam itu, Jumat (7/6). Takut tertangkap, takut dipenjara dan malah jadi tahunan di Saudi.

“Duh, Gusti, kok bisa jadi begini,” ucapnya.

Andi merupakan seorang guru ngaji. Dia mendapat tawaran untuk berhaji tanpa antre. Travel yang membawanya menjanjikan para jemaah bisa berhaji dengan menggunakan visa ziarah. Namun nyatanya, saat tiba di Makkah harapan itu sirna.

Bukan ketenangan hati yang didapat, justru perasaan was-was ditangkap.

“Tidak disangka saya seperti buronan sekarang. Saya di sini (salat di Masjidil Haram) sebenarnya menghindar, dapat kabar hotel digerebek polisi. Kan ada yang bilang tempat paling aman justru tempat paling berbahaya,” katanya.

Selama di Makkah dia tinggal di sebuah pemondokan di kawasan Syisyah. Namun dia tak mau mengungkapkan di hotel mana dia tinggal.

Dijanjikan visa haji saat di tanah suci

Jemaah calon haji Indonesia berjalan menuju hotelnya di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (8/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Andi berangkat ke Arab Saudi satu pekan lalu menggunakan jasa travel milik LMN. Para jemaah diberikan visa ziarah dan dijanjikan akan mendapat visa haji saat berada di Tanah Suci. Visa haji itu, katanya, dikoordinir oleh mukimin asal Medan.

Namun ternyata saat sampai di Makkah, Andi dan teman-teman dari berbagai daerah seperti Surabaya, Madura dan lainnya kena tipu. Padahal mereka sudah membayar hingga ratusan juta, ada yang Rp 160 sampai 200 juta. Bahkan Ada yang sampai menjual tanah.

Saat ini tak ada hal lain yang diinginkan mereka kecuali pulang.

“Kasihan ini teman-teman, sudah jual tanah buat ke sini, kerjaan angon (menggembala) kambing. Ini lagi ngumpul bahas rencana pulang,” katanya.

Jualan visa ziarah buat haji

Suasana Masjidil Haram usai pelaksanaan shalat zuhur di Makkah, Arab Saudi, Selasa (4/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan / ANTARA FOTO

Sebelumnya, Konjen RI di Jeddah Yusron B Ambary mengatakan aparat keamanan Arab Saudi menangkap seorang pegiat media sosial asal Indonesia karena menawari jemaah berhaji menggunakan visa ziarah. Yusron mengatakan pelaku perempuan berinisial LMN (40 tahun) dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditangkap di Makkah saat menuju hotel.

“Tersangka berinisial LMN, yang bersangkutan ditangkap bersama keponakannya,” ucap Yusron saat jumpa pers via Zoom di Makkah, Jumat (7/6).

LMN merupakan pegiat media sosial yang aktif mengiklankan haji murah di Facebook.

“Dia menjual melalui akun Facebooknya sudah punya pengikut 5 ribu,” ucap Yusron.

LMN memiliki travel berinisial AND tour and travel. Namun travel tersebut tidak memiliki izin penyelenggaraan ibadah haji.

“Baru miliki izin umrah, belum miliki izin haji,” ucapnya.

Dia menjanjikan kepada 50 jemaah bisa berhaji tanpa antre dengan membayar Rp 100 juta. Saat ini para jemaah sudah berada di Makkah dan diimbau untuk kembali ke Tanah Air agar tidak kena masalah hukum di Saudi.

Saat ini LMN masih diperiksa pihak kejaksaan Arab Saudi dan dikenakan pasal financial fraud.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button