Berita

Bisnis Emas Kinclong, Archi Indonesia Bidik Pendapatan Naik 15 Persen

RUPST PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2023. Foto: Archi Indonesia

Perusahaan produsen emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membidik pendapatan dapat tumbuh mencapai 10 sampai 15 persen year on year (yoy) hingga akhir tahun ini. Hal ini menyusul masih mengkilapnya tren harga emas di tengah ketidakpastian geopolitik global.

ARCI mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai USD 50 juta dolar pada tahun ini sebagai upaya mengejar target pertumbuhan tersebut.

Komisaris Utama ARCI, Kenneth Ronald Kennedy Crichton, mengatakan industri pertambangan menghadapi sejumlah tantangan, yaitu volatilitas harga komoditas, ancaman krisis energi, serta konflik geopolitik merupakan faktor-faktor yang mengganggu rantai pasokan pada industri ini.

“Melalui strategi yang proaktif dan berkelanjutan, Archi selaku pelaku industri pertambangan Indonesia, tetap bertahan dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian negara,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (8/6).

Sementara itu, Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra menjelaskan, perseroan mencatatkan peningkatan volume produksi emas sebesar 10,94 persen (yoy) menjadi sebanyak 123,3 kilo ons selama tahun 2023, dibandingkan sebelumnya sebanyak 111,1 kilo ons pada tahun 2022.

“Kenaikan volume produksi emas disebabkan oleh peningkatan kadar emas yang diproses Perseroan dari 1,07 g/t menjadi 1,20 g/t, seiring dengan beroperasinya kembali Pit Araren pascalongsor yang terjadi pada awal tahun 2022,” ujar Rudy.

Ilustrasi emas batangan Foto: Shutter Stock

Selanjutnya, kenaikan produksi perseroan sejalan dengan capaian volume penjualan yang tercatat sebanyak 120,6 kilo ons pada tahun 2023, atau meningkat 2,80 persen (yoy) dibandingkan sebanyak 117,3 kilo ons pada tahun 2022.berfokus untuk meningkatkan efisiensi biaya, mengelola arus kas dengan lebih baik, serta mengoptimalkan manajemen modal kerja.

Pada tahun 2023, perseroan mencatatkan pendapatan dari kontrak pelanggan senilai USD 249,6 juta atau meningkat dibandingkan sebelumnya senilai USD 216,5 juta pada tahun 2022.

Laba bersih perseroan tercatat meningkat 1,53 persen (yoy) menjadi senilai USD 14,8 juta pada tahun 2023, dibandingkan sebelumnya senilai USD 14,5 juta pada tahun 2022.

Dari struktur permodalan, Rudy menyebut struktur permodalan perseroan diperkuat melalui perolehan fasilitas pinjaman sindikasi berjangka, sehingga dapat mendukung langkah-langkah pengembangan yang telah dicanangkan.

“Peningkatan modal ini salah satunya dikontribusikan oleh perolehan pinjaman sindikasi jangka panjang senilai USD 365 juta yang digunakan untuk pengembangan operasi penambangan Archi,” ujar Rudy pula.

Pada akhir 2023, total aset perseroan tercatat senilai USD 803,6 juta, atau meningkat 11,95 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai USD 717,8 juta.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button