Berita

16 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Dipulangkan ke Daerah Asalnya

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris. Foto: Masruroh/Basra

Hingga Kamis (6/6) malam Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 93 kloter dengan total 34.476 orang atau sudah mencapai 88 persen dari total 106 kloter. Jumlah tersebut terdiri dari 34.011 jemaah haji dan 465 petugas.

Meskipun sebagian besar jemaah haji sudah berangkat ke tanah suci, masih ada 15 jemaah haji yang masih tertunda di asrama haji. Dari total tersebut, tiga orang masih dirawat di RS Haji, 6 orang menunggu keberangkatan setelah sembuh dari sakit, dan enam orang pendamping.

“Alhamdulillah yang dirawat di RS Haji semakin sedikit, hanya ada tiga jemaah, yakni dari NTT, Nganjuk, dan Tulungagung. Semoga lekas sehat,” tutur Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris, Jumat (7/6).

Selain masih tertunda di asrama haji, ada 16 jemaah sudah kembali ke daerah asalnya yaitu 11 orang jemaah sakit, 2 orang pendamping, 1 orang hamil kurang dari 14 minggu, serta 2 orang karena wafat.

Pada Jumat (7/6) hari ini ada empat kloter yang masuk ke asrama haji, yaitu kloter 96 dan 97 dari Sumenep (08.00 WIB), kloter 98 gabungan Sumenep dan Sampang (17.40 WIB) serta kloter 99 dari Sampang (19.30 WIB).

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ikhsan saat menemui jemaah haji asal Surabaya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ikhsan menyampaikan rasa suka cita karena diminta Wali kota Surabaya Eri Cahyadi untuk melepas jemaah haji Kota Surabaya. Ikhsan menuturkan ibadah haji adalah ibadah yang mulia dan istimewa karena tidak semua orang bisa pergi ke Tanah Suci.

“Ada yang mempunyai uang pas-pasan tetapi bisa berangkat haji, ada yang punya uang banyak tetapi tidak dapat berangkat karena tidak mendapat panggilan dari Allah SWT. Alhamdulillah ketika saya tanyai, Bapak/Ibu (jemaah haji) sudah menunggu 12 hingga 13 tahun, tahun ini bisa berangkat haji,” terang Ikhsan, saat melepas secara langsung jemaah haji kelompok terbang (kloter) 93 yang berasal dari Kota Surabaya pada Kamis (6/6) pukul 20.20 WIB di Asrama Haji Embarkasi Surabaya menuju Bandar Udara Internasional Juanda.

Ia menambahkan, rangkaian prosesi ibadah haji memerlukan waktu yang lama yaitu sekitar 42 hari sehingga para jemaah haji tidak boleh abai dalam menjaga kondisi kesehatannya.

“Memerlukan kondisi fisik yang prima dan harus menjaga kondisi emosi karena biasanya sudah capek dan bertemu dengan banyak orang dari seluruh dunia. Di Tanah Suci harus mampu mengatur kapan waktu untuk beristirahat dan kapan waktu beribadah,” jelas Ikhsan.

www.garrya.com

Ikhsan menjelaskan mumpung di Tanah Suci, para jemaah biasanya menggunakan sebagian besar waktunya untuk beribadah.

“Ketika beribadah di tempat-tempat yang mustajabah, kami titip doa untuk Kota Surabaya tercinta. Semoga Surabaya dijauhkan dari bala bencana, banjir, ataupun penyakit menular. Semoga kita bersama-sama bisa mengentaskan kemiskinan di Kota Surabaya,” tandasnya.

Ia berharap semoga dengan doa para warga Surabaya di tempat yang mustajabah, Surabaya dapat menjadi kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur yaitu sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.

Ikhsan juga berharap para jemaah haji diberikan kelancaran dalam melaksanakan ibadahnya, serta diberikan Kesehatan baik ketika berangkat ke Tanah Suci maupun ketika pulang ke tanah air.

Ikhsan tidak lupa mengingatkan agar para jemaah haji selama di Tanah Suci dapat saling menjaga dan saling melindungi karena di sana bukan hanya bertemu teman dari Surabaya saja.

“Jangan lupa diingat-ingat teman satu kloter, teman satu kamar serta teman satu rombongan karena Bapak/Ibu akan bertemu orang dari seluruh dunia,” pesannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button