Berita

Bagi Investor Pemula, Simak Baik-baik Tips dan Pilihan Investasi di BRImo

Andy Nugroho Foto: Dok. Pribadi

Memilih instrumen investasi tak boleh sembarangan, apalagi bagi para investor pemula. Harus ada perhitungan yang matang agar tidak boncos karena salah pilih investasi.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, menilai investasi yang cocok bagi pemula, khususnya gen Z adalah instrumen high risk high return. Pasalnya, gen Z memiliki sikap berani dan penasaran untuk ambil risiko tinggi.

Selain itu, Andy menilai, gen Z lebih membutuhkan investasi jangka panjang. Mengingat usia mereka yang masih muda. Produk yang bisa dipilih bisa berupa pasar saham, forex, reksadana pasar saham, atau bisnis.

Sebelum itu, Andy menyarankan para pemula harus mendisiplinkan diri menyisihkan 10 persen dari penghasilan bulanan untuk investasi. Kedua, membuat skala prioritas dalam membelanjakan uang bulanan. Hindari berbelanja yang hanya memuaskan keinginan.

“Paling penting hindari sikap FOMO, dan kendalikan gaya hidup. Agar bisa rutin investasi maka sebaiknya segera sisihkan untuk investasi di awal ketika kita terima penghasilan,” kata Andy kepada kumparan, dikutip pada Senin (29/4).

Investasi Aman di BRImo

Di era digital, investasi jadi semakin mudah dan terjangkau, salah satunya berkat layanan perbankan seperti aplikasi BRImo yang menawarkan berbagai pilihan instrumen investasi.

Super Apps yang dikembangkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI ini hadir untuk membantu nasabah dalam mengelola keuangan, termasuk memulai investasi dengan mudah dan aman.

Ilustrasi tampilan baru super apps BRImo. Foto: BRI

Untuk pemula, BRImo menawarkan beberapa instrumen investasi yang mencakup produk investasi pasar modal, surat berharga negara (SBN), BritAma Rencana, Deposito, dan BRIFINE by DPLK BRI.

1. Rekening Dana Nasabah (RDN)

Rekening Dana Nasabah (RDN) BRI adalah rekening simpanan yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi surat berharga di pasar modal.

Melalui BRImo, nasabah dapat membuka RDN secara online, jika belum memiliki akun investasi di BRI Danareksa Sekuritas.

2. Surat Berharga Negara

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel adalah instrumen investasi yang berupa surat utang negara untuk investor individu dengan jaminan pembayaran bunga, imbal hasil, dan pelunasan pokok yang dijamin oleh pemerintah.

Fitur SBN Ritel di BRImo merupakan fitur baru yang memudahkan investasi dalam melakukan pembelian dan melakukan pengecekan kepemilikan SBN dari pembelian melalui mitra distribusi BRI sebelumnya.

3. BritAma Rencana

BritAma Rencana adalah tabungan investasi dengan setoran tetap bulanan yang dilengkapi dengan fasilitas perlindungan asuransi jiwa bagi nasabah.

Beberapa fitur menarik dari investasi ini adalah setoran awal Rp. 0,- hingga setoran bulanan yang fleksibel, sesuai pembagian nilai akhir tabungan dan jangka waktu yang diinginkan.

4. BRIFINE DPLK BRI

Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia (DPLK BRI) menawarkan Program Pensiun dengan nama BRIFINE (BRI Future Investment), yang terdiri dari Program Iuran Pasti (PPIP) baik bagi peserta individu maupun korporasi, serta Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) bagi peserta korporasi.

Pilihan investasi untuk DPLK cukup beragam, mulai dari DPLK BRI Pasar Uang, DPLK BRI Pendapatan Tetap, DPLK BRI Saham, dan DPLK BRI Berimbang Syariah.

5. Deposito

Deposito adalah simpanan berjangka pihak ketiga kepada bank, yang penarikannya hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan awal perjanjian pembukaan rekening Deposito.

Tips Investasi Aman Ala BRI

Melalui keterangan tertulis, berikut ini adalah beberapa tips dari BRI yang bisa diterapkan para calon investor sebelum memulai investasi:

1. Kenali profil investasi diri

Langkah awal untuk memulai investasi adalah dengan mengenali profil investasi diri. Setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda, jangka waktu investasi yang tidak seragam, penerimaan terhadap risiko yang berbeda, serta mengharapkan tingkat return yang juga berbeda.

Dengan demikian, para calon investor bisa memetakan profil investasi diri, sehingga tidak mudah tergiur tawaran yang tidak sesuai dengan prinsipnya.

2. Pilih jenis dan produk sesuai kebutuhan

Berdasarkan pada profil investasi yang telah dibuat, calon investor kemudian dapat memilih jenis dan produk investasi yang cocok dengan profilnya.

3. Perhatikan aspek legalitas

Setelah paham dengan jenis dan produk investasi yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah memastikan lembaga yang menjual atau menawarkan produk tersebut telah memperoleh izin usaha yang sesuai dengan bidang usahanya.

4. Kenali regulatornya

Ketahui regulator yang mengawasi perusahaan yang menjual dan menawarkan produk investasi yang diinginkan. Hal ini diperlukan untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi di masa mendatang.

5. Baca ketentuan produk dengan saksama

Selalu baca ketentuan produk investasi dengan lengkap. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa konsumen memahami sepenuhnya hak dan kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko yang berkaitan dengan produk investasi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button