Berita

Menteri ‘Provokator’ Israel Terekam Tak Pakai Sabuk Pengaman saat Kecelakaan

Menteri Keamanan Nasional Israel yang baru, Itamar Ben Gvir, saat mengunjungi pasar Mahane Yehuda di Yerusalem pada 30 Desember 2022. Foto: Menahem Kahana/AFP

Menteri Keamanan Israel yang dikenal sebagai provokator terkait ide-ide ‘gilanya’, Itamar Ben Gvir, mengalami kecelakaan lalu lintas di Israel tengah, Jumat (26/4) waktu setempat. Dikutip Middle East Eye, akibat insiden itu Gvir harus dilarikan ke rumah sakit meski ternyata ia hanya mengalami luka ringan.

Media Israel, Ynet, melaporkan Gvir berada di dalam mobil itu bersama anak perempuan dan satu orang lainnya. Dalam insiden itu, Gvir tak hanya terekam melanggar lampu merah, tapi juga tak mengenakan sabuk pengaman.

Ini bukan kali pertama Gvir melakukan pelanggaran lalu lintas. Sebelumnya menteri yang membidangi penegakan hukum ini pernah beberapa kali terciduk karena melanggar lalu lintas seperti 19 kali tak pakai sabuk pengaman, 11 kali mengemudi sambil menelepon, dan dua kali menerobos lampu merah.

“Pengemudi mobil itu mendobrak pembatas masuk tiga kali [sebelum kecelakaan],” kata karyawan hotel sekitar lokasi yang menjadi saksi dilansir Ynet, Minggu (28/4).

Seorang pegawai hotel di Yerusalem tempat Gvir biasa menginap bersaksi bahwa Gvir memang seringkali tak menunggu hingga palang parkir dinaikkan. Gvir biasanya akan menabrak palang itu dan memaksa masuk.

“Saat shift saya saja, sopirnya mendobrak pembatas pintu masuk tiga kali. Mereka tak mau menunggu sampai palang itu benar-benar naik. Kami sampai di titik tidak bisa lagi memasang palang pembatas karena biayanya mahal. Kami sudah mencoba bicara dengan mereka, tak tak ada yang bisa diajak bicara,” ucap pegawai itu kepada Ynet.

Dalam insiden terbaru itu, Gvir dan dua penumpang lainnya yang menaiki kendaraan lapis baja, Skoda Superb, seberat 3,5 ton itu menerobos lampu merah. Di saat yang sama, dari arah lain, sebuah kendaraan melintas dan kecelakaan pun tak bisa dihindari.

Pengacara pengemudi yang ditabrak oleh mobil Gvir menegaskan kliennya tak bersalah. Sebab saat kejadian, kliennya itu melaju di saat lampu lalu lintas dari arahnya menyala hijau.

Pengakuan ini juga dikonfirmasi oleh kantor kementerian. Namun mereka menyebut, Gvir melanggar lampu merah karena “sedang dalam perjalanan operasional dan kondisinya terancam di tengah kota ‘campuran'”.

Aksi ugal-ugalan Gvir ini menuai kritik dari publik yang mempertanyakan mengapa polisi tak menjatuhi denda kepada menteri pelanggar lalu lintas itu. Bahkan meski Gvir sudah melakukan 78 pelanggaran lalu lintas selama 23 tahun terakhir, ia tak pernah sekali pun ditilang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button