Berita

Mengenang Kali Pertama Indonesia Mentas di Olimpiade: Uni Soviet Ditahan Imbang

Suporter saat laga Timnas U-23 Indonesia vs Yordania U-23 dalam matchday ketiga Grup A Piala Asia U-23 2024 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, pada Minggu (21/4/2024) malam WIB. Foto: AFP/Karim Jaafar

Selangkah lagi, Timnas U-23 Indonesia akan meraih tiket ke Olimpiade 2024 Paris. Jika bisa mengalahkan Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23, Senin (29/4), ‘Garuda Muda’ akan mengulang pencapaian 68 tahun silam.

Sejauh ini, satu-satunya momen tim sepak bola Indonesia pernah mentas di Olimpiade terjadi pada Olimpiade 1956 di Australia. Kala itu, semua pertandingan digelar di Melbourne. Ada sejarah Indonesia pernah menahan imbang Uni Soviet yang merupakan tim kuat.

Indonesia sejatinya harus bertanding di babak kualifikasi dulu sebelum melaju ke Olimpiade 1956. Harusnya Indonesia main dua leg kontra Republik China (kini Taiwan) untuk memastikan diri lolos ke putaran final cabor sepak bola.

Namun, menurut catatan RSSSF, Republik China mengundurkan diri karena alasan politik. Dengan begitu, Indonesia langsung masuk ke putaran final cabor sepak bola Olimpiade 1956.

Ilustrasi Bendera Taiwan. Foto: AFP

Kala itu, turnamen cabor sepak bola belum memakai sistem babak grup. Jadi, idealnya semua tim yang lolos kualifikasi harus langsung bermain dalam sistem gugur sejak ronde pertama.

Semestinya, ada 16 tim yang berpartisipasi, tetapi lima negara mundur, yakni China (RRC), Mesir, Turki, Vietnam Selatan, dan Hongaria. Harusnya, Indonesia melawan Vietnam Selatan, tetapi Vietnam Selatan mundur karena alasan politik.

Alhasil, Indonesia melenggang ke perempat final. Tim besutan Antun Pogacnik asal Yugoslavia kala itu harus menghadapi salah satu tim kuat yakni Uni Soviet.

Waktu itu, Indonesia diperkuat oleh sejumlah pemain yang kini dikenal sebagai legenda. Sebut saja Andi Ramang (striker), Aang Witarsa (striker), Ramlan Yatim (gelandang), Thio Him Tjiang (bek), hingga Maulwi Saelan (kiper).

Legenda Sepakbola Indonesia Andi Ramang saat menghadapi Uni Soviet di Olimpiade Melbourne 1956 Foto: www.fifa.com

Di sisi lain, Uni Soviet diperkuat Lev Yashin (kiper legendaris yang kemudian meraih Ballon d’Or 1963), Anatoli Bashashkin (bek), Anatoly Isayev (gelandang), hingga Sergei Salnikov (striker). Mereka dibesut pelatih bernama Gavriil Kachalin.

Menurut catatan RSSSF, laga pertama digelar di Melbourne Olympic Park pada 29 November 1956. Indonesia menurunkan Maulwi Saelan; Mohammad Rasjid, Chairuddin Siregar; Ramlan Jatim, Kwee Kiat Sek, Tan Liong Houw; Aang Witarsa, Phoa Sian Liong, Ashari Danu, Thio Him Tjiang, Andi Ramang.

Sementara Uni Soviet menurunkan Lev Yashin; Nikolay Tischenko, Anatoly Bashashkin; Boris Kuznetsov, Jozef Betza, Igor Netto; Boris Tatushin, Anatoly Isayev, Eduard Streltzov, Sergey Salnikov, Vladimir Ryzhkin.

Kedua tim bermain imbang tanpa gol, bahkan hingga perpanjangan waktu. Dan ternyata, ini adalah pertandingan internasional resmi ke-22 bagi Uni Soviet dan merupakan pertandingan kedua di mana mereka gagal mencetak gol, adapun yang pertama saat dikalahkan Hongaria 0-1 pada 29 September 1956.

Mantan kiper timnas Uni Soviet, Lev Yashin. Foto: STAFF / AFP

Karena tiada pemenang, pertandingan harus kembali digelar pada 1 Desember di stadion yang sama. Dengan susunan pemain kedua tim yang tak jauh berbeda, hanya sedikit perubahan pada daftar starter.

Hasilnya kali ini, Indonesia kalah 0-4. Brace Sergey Salnikov dan masing-masing gol tunggal dari Valentin Ivanov dan Igor Netto membuat Uni Soviet berjaya.

Dengan kekalahan itu, Indonesia harus angkat koper. Sementara, Uni Soviet menjadi juara. Di final, mereka mengalahkan negara asal Antun Pogacnik, Yugoslavia, dengan skor 1-0.

Kali ini, Indonesia kembali memiliki kans lolos ke Olimpiade. Di semifinal Piala Asia U-23, Timnas U-23 akan lawan Uzbekistan pada Senin (29/4) pukul 21:00 WIB. ‘Garuda Muda’ bisa lolos Olimpiade Paris 2024, jika tembus final atau jadi peringkat ketiga Piala Asia.

Jika kalah dalam perebutan tempat ketiga, pasukan Shin Tae-yong masih miliki kans tembus ke Olimpiade dengan cara kalahkan wakil Afrika, Guinea, di laga playoff.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button