Berita

Kelakar Ijeck soal Peluang Jadi Cawagub Bobby: Wakil Sudah Pernah

Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck (depan tengah) saat konferensi pers Golkar Sumut terkait Pilgub di Kantor DPD Golkar Sumur pada Sabtu (27/4/2024). Foto: Tri Vosa Fabiola Ginting/kumparan

Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck, sudah memantapkan diri untuk maju di pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut 2024. Ia juga sudah mendapat surat tugas dari DPP Golkar.

Meski begitu, Ijeck mengaku menyerahkan segala keputusan terkait pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut kepada DPP Golkar. Sebab, ada pula Wali Kota, Medan Bobby Nasution, yang mendapatkan surat tugas yang sama.

Lantas, bagaimana bila keduanya diduetkan?

“Surat penugasan ini dari DPD Golkar Sumut masih sebagai calon gubernur belum ada menyampaikan itu calon wakil gubernur,” kata Ijeck di Kantor DPD Golkar Sumut pada Sabtu (27/4).

“Masalah siapa nanti, siapa pasangannya, itu nanti oleh pimpinan kami Bapak Airlangga (Ketum Golkar)” sambungnya.

Ijeck tak memberikan jawaban tegas apakah ia bersedia atau tidak menjadi wakil Bobby. Ia hanya berkelakar bahwa kalau jadi wakil gubernur Sumut sudah pernah dijabat di periode lalu.

“Wakil gubernur sudah pernah kemarin,” kata Ijeck sambil tertawa.

“Itu keputusan DPP, ya kita tunggu baru bisa..,” jelas dia.

Ijeck menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara pada periode 2018-2023. Saat itu ia berpasangan dengan Edy Rahmayadi.

Bobby dan Ijeck Bertemu

Walkot Medan Bobby Nasution di DPP Golkar usai Ikut Pengarahan Pilkada, Sabtu (6/4/2024). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Ijeck bercerita bahwa ia juga sudah bertemu dengan Bobby membahas soal surat tugas Pilgub. Sebab, diisukan ada kekisruhan usai Bobby menghadiri pengarahan calon kepala daerah (Cakada) Golkar beberapa waktu.

Usai kehadiran Bobby itu, isu berembus bahwa Golkar mengusung Bobby di Pilgub.

“Kemarin di Jakarta saya menghubungi saudara Bobby dan kami bertemu dan saya sampaikan,” kata Ijeck.

“Karena Bobby pun bertemu saya untuk menyampaikan (bicara soal surat penugasan), akhirnya kami bertemu sebelum dia berangkat umrah,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, kata Ijeck, keduanya berbicara bahwa surat penugasan yang belum berarti keputusan. Sebab, keputusan merupakan wewenang DPP Golkar.

“Kami bertemu dan saya sampaikan bahwa penugasan ini untuk kita berdua. Tapi bukan jadi persaingan kita sama sama biarlah Ketum yang menentukan,” tuturnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button