Berita

Tanpa Dibayar, Malah Keluar Duit: Cerita Awal Tim Pelatih Bangun Putri Tangsel

Squads, beberapa waktu lalu kumparanBOLANITA abis main ke salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) wanita yang ada di wilayah Tangerang Selatan. Kita main ke Putri Tangsel!

Putri Tangsel ini bisa dibilang salah satu SSB wanita yang cukup disegani di area Jabodetabek. Meski baru berusia dua tahun (dibentuk pada 21 Desember 2021), beragam prestasi berhasil mereka torehkan.

Selain itu, Putri Tangsel juga sukses mencetak beberapa pemain muda berbakat seperti Nasywa Zetira Rambe. SSB ini juga kerap mengirim pemainnya untuk membela tim Pelatda Banten di berbagai event.

Tapi, sebenarnya gimana sih awal mula SSB Putri Tangsel dibentuk? Lalu, prestasi apa saja yang sukses mereka raih dalam dua tahun perjalanannya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita ngobrol-ngobrol sama dua pelatih di Putri Tangsel: Coach Leo Sedubun dan Coach Sahroni Bonte. Keduanya bercerita soal alasan dibentuk hingga metode latihan apa saja yang diterapkan di Putri Tangsel.

Berikut petikan wawancaranya:

Jajaran Pelatih SSB Putri Tangsel. Foto: Antika Fahira/kumparan

Coach, ceritakan awal mula berdirinya SSB Putri Tangsel ini

Coach Sahroni: Ya awal mulanya, keprihatinan sepak bola putri yang sudah ada, karena setiap SSB tidak rata usianya. Paling dia sebatas usia 8, (sedangkan setelah) 12 tahun mereka (harus) kembali ke gendernya harus main sesama wanita. Tercetus dari situ, Coach Leo salah satu penggeraknya dan juga Coach Heru, kita kumpulin kita latih, kita berjalan nih. Tanpa dibayar apa pun, kita bahkan nyiapin air sama Coach Leo patungan, ada kejuaraan ikut alhamdulillah juara 1, juara 1 lagi, makin geming nih Putri Tangsel.

Selama dua tahun ini, prestasi apa saja yang sudah diraih oleh Putri Tangsel?

Coach Leo: Ya.. yang terupdate kita terakhir ASBWI U-15 2023 pertama kali kita keluar sebagai pemenangnya. Sebelumnya Piala ISMI kita menang piala juga menghadapi pemain senior di beberapa klub gitu ya, kita bisa keluar dengan pemain-pemain yang rata-rata usia muda. Putri Tangsel ini tuh (rata-rata pemainnya) SMP dan SMA tapi yang SD juga ada.

Siapa saja pelatih di SSB Putri Tangsel ini?

Coach Sahroni: Ada saya, Coach Leo, Coach Titan, Coach Hero, dan satu pelatih wanita (Coach Adel). Itu dia memahami sepak bola putri, leadernya dia di sini, kita ngebantu selagi tenaga kita bisa saya bantu. Dia tau semua kegiatan seperti ASBWI tahu semua dia, termasuk (ke) Banten, Bandung dia yang selalu kasih info ke kita.

Kurikulum apa yang diterapkan di SSB Putri Tangsel ini?

Coach Sahroni: Kurikulum yang dari PSSI ya Filanesia, filosofi sepak bola Indonesia, bukan hanya anak sepak bolanya bagus tapi etika dan attitude pemain. Jadi sepak bola itu selain teknik, fisik, taktik, paling pentingnya itu mental. Etika dan attitude itu dari mental, pertama mentalnya itu mental pejuang. Pejuang yang itu bukan setiap turnamen harus juara, tapi attitude-nya dan tekniknya tugas kita dan peduli pembinaan sepak bola.

Sejauh ini, ada nggak yang jadi pemain profesional atau berlaga untuk timnas?

Coach Sahroni: Ada dua orang, Unyil (Nabila) dan Caca (Salsa Aulia) ke Jepang (untuk turnamen ASEAN-Japan 50th JENESYS U-17 Women’s Memorial Cup). Itu juga salah satunya dari futsal, dia kemarin berangkat ke Jepang mewakili Putri Tangsel.

SSB Putri Tangsel saat melakukan pemanasan. Foto: Antika Fahira/kumparan

Siap Bersaing di Klub Senior Hingga Tim Nasional

Dua tahun lalu, Putri Tangsel mungkin belum terpikir untuk bisa berlaga di kompetisi senior. Apalagi tujuan serta motivasinya utamanya ialah hanya mengumpulkan dan membina putri-putri yang tak punya wadah di sepak bola.

Namun, kini, Putri Tangsel menjelma jadi salah satu tim yang patut diperhitungkan. Dalam waktu yang singkat, SSB wanita yang rutin berlatih di Lapangan Perschill, Serua, Tangerang Selatan ini berhasil meraih berbagai prestasi.

Yang terbaru, mereka mampu jadi juara Piala Kartini 2024, di partai final Putri Tangsel bahkan mengandaskan salah satu tim kenamaan Persib Putri. Dua pemainnya juga sabet penghargaan individual, Nasywa Zetira jadi Pemain Terbaik, lalu Alleana Ayu jadi Kiper Terbaik.

Capaian-capaian membanggakan itu membuat tim pelatih dan para pemain makin optimistis. Harapan mereka kian meningkat, berlaga di kompetisi senior profesional hingga menembus tim nasional jadi target berikutnya.

“Besar harapan saya di anak-anak ini, saya yakin kalau ada Liga 1 mereka akan banyak direkrut klub-klub,” kata Coach Sahroni tentang kualitas pemainnya yang sudah bisa bersaing di level senior.

“Dari kualitas anak-anak saya yakin, bahkan ada yang bisa tembus tim nasional ini. Di Banten nggak ada yang prioritasnya (membina), ini anak binaan kita, kebanyakan diambil dari mana lalu kompetisi. Kalau kita binaan kita dari sini,” sambungnya.

Ucapan Coach Sahroni soal pemainnya yang bisa menembus timnas kini bukan hanya harapan semata. Terbaru, dua penggawa mereka, yakni Aulia Sabira dan Nabila Saputri, mengikuti TC Timnas Wanita U-17 di Bali jelang Piala Asia Wanita U-17 2024. Mimpi kini jadi nyata, keren!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button