Berita

Begini Kata Disdik Cirebon soal SDN 3 Pekantingan Kelasnya Rusak dan Tak Ada WC

Operator Sekolah, Fasbih, saat menunjukkan bangunan ruang kelas SDN 3 Pekantingan Kabupaten Cirebon yang rusak berat dan tampak lapuk termakan usia. Foto: Tarjoni/Ciremaitoday

Ciremaitoday.com, Cirebon-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon akhirnya buka suara terkait kondisi SDN 3 Pekantingan yang memprihatinkan. Sekolah yang dilaporkan tidak memiliki fasilitas WC, siswa belajar di ruangan sekat, dan dua ruang kelasnya rusak berat sejak lama itu pun akan segera dibenahi.

Kabar pembenahan fasilitas sarana dan prasaran sekolah itu, disampaikan oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Cirebon, Andri Hermansyah, kepada wartawan, Jumat (26/4). Andri, yang sebelumnya menjabat sebagai kasi sarpras di bidang SD, menyatakan bahwa kondisi tersebut sudah diketahui sejak dia menjabat posisi tersebut.

Saat itu, ia mengaku sudah mendorong proaktifitas sekolah dalam memberikan laporan kondisi riil sesuai dengan yang terjadi di lapangan.

“Dari hasil peninjauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah memang sangat memprihatinkan dan perlu direhabilitasi. Selain itu, kebutuhan akan jamban juga menjadi hal penting, namun data yang diterima hanya menunjukkan adanya satu jamban,” ujar Andri.

Kabid SD Disdik Kabupaten Cirebon, Andri Hermansyah, saat memberikan keterangan pers. Foto: Tarjoni/Ciremaitoday

Andri juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mendata sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan, termasuk SDN 3 Pekantingan. Namun, karena masalah ini baru diketahui pertengahan tahun lalu, alokasi anggaran tidak bisa dilakukan pada anggaran murni, melainkan dianggarkan pada perubahan tahun ini.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut. Pihak konsultan sudah melakukan penilaian tingkat kerusakan bangunan sekolah,” ucap Andri.

Andri menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam terhadap kondisi ini dan telah mengalokasikan anggaran untuk perubahan tahun 2024.

Selain itu, Andri juga membenarkan bahwa sekolah tersebut telah bantuan dana alokasi khusus (DAK) pada tahun 2023 lalu. Namun, ajuan itu tidak membuahkan hasil, karena diduga ada keselahan atau kekurangan persyaratan dari pihak sekolah. Dalam urusan anggaran DAK, Andri menegaskan bahwa dinas hanya berperan untuk memfasilitasi.

Untuk mengatasi permasalah di sekolah tersebut, Andri menyebut ada beberapa opsi telah dipertimbangkan, seperti merenovasi ruang kelas yang rusak dan menambah jamban, namun opsi lain seperti merger dengan sekolah lain juga sedang dipertimbangkan.

“Kami juga sedang menyusun database mengenai kondisi ruang kelas yang rusak, baik rusak berat maupun ringan, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih terukur,” pungkasnya.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button