Berita

Tesla hingga Meta akan Rilis Laporan Keuangan, Wall Street Menguat

Logo Meta, rebranding perusahaan Facebook. Foto: Dado Ruvic/Reuters

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (22/4) menyusul aksi jual pasar di sesi sebelumnya. Naiknya tiga indeks utama Wall Street terjadi di musim laporan keuangan kuartal I 2024.

Para investor pasar modal tengah mengamati kinerja perusahaan-perusahaan besar yang akan memberikan gambaran kesehatan perekonomian AS pekan ini.

Dikutip dari Reuters, Selasa (23/4), S&P 500 naik 43,37 poin atau 0,87 persen menjadi 5.010,60 dan Nasdaq Composite naik 169,3 poin atau 1,11 persen menjadi 15.451,31. Dow Jones Industrial Average naik 253,58 poin atau 0,67 persen menjadi 38.239,98.

Indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq bangkit usai melemah selama enam sesi terakhir akibat investor yang pesimis Bank Sentral AS, Federal Reserve, akan menurunkan suku bunga. Belum lagi inflasi yang masih tinggi ditambah ketegangan geopolitik di berbagai negara.

CEO Tesla Inc, Elon Musk berjalan di samping layar yang menunjukkan gambar mobil Tesla Model 3. Foto: REUTERS/Aly Song

Tapi seluruh 11 sektor S&P 500 ditutup menguat, dengan teknologi dan saham keuangan dan teknologi memimpin kenaikan. Beberapa perusahaan kelas kakap yang akan segera merilis laporan keuangan mereka adalah Tesla, Meta Platforms, Alphabet, dan Microsoft.

“Saya pikir ini hanya pembelian standar saat penurunan (buy-the-dip) setelah anjlok 5 persen yang menyadarkan orang-orang untuk menaruh uangnya untuk berinvestasi,” ujar Lamar Villere, manajer portofolio di Villere & Co di New Orleans.

“Investor menantikan pekan ini dengan laporan pendapatan yang sangat signifikan dan kekhawatiran apa saja yang dilakukan The Fed dalam menunda penurunan suku bunga,” tambahnya.

Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Pasar keuangan memprediksi suku bunga turun hanya sekitar 41 basis poin tahun ini, turun dari sekitar 150 bps pada awal tahun menurut data LSEG. Selain pendapatan korporasi utama, pasar juga menunggu rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Maret akhir pekan ini untuk lebih memastikan arah kebijakan moneter. Para pengambil kebijakan The Fed berada dalam media blackout menjelang pertemuan pada 1 Mei.

“Hal ini didasarkan ekspektasi positif terhadap pendapatan perusahaan teknologi dan para pelaku pasar tidak ingin terlalu pendek dalam menghadapi hal tersebut, dan angka PCE akhir pekan ini juga membuat masyarakat optimis,” ujar Thomas Hayes, ketua hedge fund Great Hill Capital di New York.

Saham Tesla anjlok 3,4 persen imbas produsen kendaraan listrik itu memangkas harga di sejumlah pasar utamanya, termasuk China dan Jerman menyusul penurunan harga di AS.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button